MAJLIS TA’LIM DAN DZIKIR ADALAH TAMAN SURGA
Berikut sebuah riwayat yang terdapat dalam Sahih Muslim
No.4854. Riwayat serupa juga terdapat dalam Muslim No. 2689 dan Bukhari no. 6408.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda:
“Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki
banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya
melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari
Majelis-Majelis Zikir. Apabila mereka mendapati satu Majelis Zikir, maka
mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan
sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia.
Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke
langit.
Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung
menanyakan mereka (padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka): Dari
manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat
hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan, mengagungkan,
membesarkan, memuji dan memohon kepada Engkau. Allah bertanya lagi: Apa
yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka
memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah
melihat surga-Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami.
Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para
malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu.
Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para
malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya:
Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab:
Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat
neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon
ampunan dari-Mu. Beliau bersabda kemudian Allah berfirman: Aku sudah
mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku
juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka
takutkan.
Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan
kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa
yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berzikir bersama mereka. Beliau
berkata lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka
adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama
mereka.”
Dalam majelis dzikir akan turun rahmah, diliputi majelis itu dengan
sakinah/ketenangan dan ketentraman, para malaikat mengelilinginya dan
Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji-muji orang yang hadir di majelis
tersebut di hadapan para malaikat-Nya.
Orang-orang yang hadir di majelis dzikir adalah suatu kaum yang
tidak akan celaka orang yang duduk bersama mereka. Bahkan terkadang
seorang pendosa yang duduk bersama mereka dirahmati karenanya.
Terkadang di antara yang hadir ada yang menangis karena takut kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ahlul majelis seluruhnya beroleh
anugerah.
Majelis dzikir adalah Taman-Taman Surga sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوْا. قَالُوْا: وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ؟ قَالَ: مَجْلِسُ الذِّكْرِ
“Apabila kalian melewati Taman-Taman Surga maka singgahlah.”
Para sahabat bertanya, “Apa taman-taman surga itu?” “Majelis dzikir”, jawab beliau.
(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma.
Dalam sanadnya ada rawi yang dhaif, namun hadits ini ada syahidnya,
diriwayatkan oleh Al-Hakim dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhuma
secara marfu’. Lihat Adh-Dha’ifah no. 1150 dan Ash-Shahihah no. 2562)
Salah satu cara untuk mendapatkan ilmu adalah dengan menghadiri
Majelis Dzikir/Ta’lim. Demikian tingginya nilai ta’lim sehingga
dikatakan oleh Rasulullah SAW nilainya lebih baik dari shalat sunat 100
raka’at:
”Dari Abu Dzar, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ”Wahai Abu
Dzar. Hendaklah engkau pergi, lalu engkau mempelajari satu ayat dari
kitab Allah, lebih baik bagimu daripada kamu shalat 100 rakaat. Dan
hendaklah engkau pergi, lalu engkau mempelajari suatu bab ilmu yang
dapat diamalkan ataupun belum dapat diamalkan, adalah lebih baik
daripada kamu shalat 1.000 rakaat.”
(HR Ibnu Majah dengan sanad hasan).
Tentang keutamaan lainnya dari majelis ta’klim dapat pula kita fahami dari nasehat Luqmanul Hakim kepada puteranya:
”Hai anakku, ketika kamu melihat jamaah tengah berzikir (mengingat
Allah atau membicarakan ilmu) maka duduklah bersama mereka. Jika engkau
pandai, maka bermanfaatlah ilmumu, dan jika engkau bodoh, maka kau
dapat menimba ilmu dari mereka. Sedangkan mereka mempunyai kemungkinan
untuk mendapatkan rahmat Allah, sehingga engkau akan memperoleh bagian
pula.
Dan jika kamu melihat kelompok yang tidak berzikir, maka hati hatilah,
jangan mendekati mereka. Jika engkau pandai tiada manfaat ilmu yang ada
padamu, sedangkan jika engkau bodoh, maka itu akan menambah
kesesatanmu. Ada kemungkinan mereka akan menerima marah Allah, sehingga
engkau akan ikut tertimpa marah Nya”.
Al-Faqih Abu Laits Samarqandi, seorang ulama salaf mengatakan dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin:
Orang yang duduk menghadiri Majelis Ta’lim, sekalipun tidak dapat
mengingat ilmu yang disampaikan, akan meperoleh tujuh kemuliaan:
* Kemuliaan orang yang menuntut ilmu
* Mengekang kelakuan dosa selama duduk dalam majelis
* Ketika berangkat menuju majelisnya dilimpahi rahmat Allah
* Akan ikut memperoleh rahmat yang dilimpahkan Allah kepada majelis
* Dituliskan sebagai amal kebajikan sepanjang memperhatikan apa yang dibicarakan
* Diliputi para malaikat dengan sayapnya
* Setiap langkah ditulis sebagai kebaikan dan sebagai penebus dosa.
Kemuliaan tersebut adalah bagi mereka yang tidak mampu mengingat pokok bahasan.
Bagaimana dengan orang yang bisa mengingatnya dan mengambil
pelajaran darinya? Tentu akan semakin lebih besar kemuliaan yang
diperoleh seperti yang dikatakan oleh Umar bin Khatab ra :
”Terkadang orang keluar rumah dengan menanggung dosa sebesar gunung
Thihamah. Tetapi ketika ia mendengarkan ilmu yang dibahas di Majelis
Ta’lim, dia merasa takut dan bertaubat. Maka ketika pulang dia menjadi
bersih dari segala dosa. Oleh karena itu dekatilah Majelis Ta’lim,
karena tiada majelis yang lebih mulia dari Majelis Ta’lim”